Rabu, 28 November 2018

Zat Pewarna dan Bahan Pewarnaan dalam Membatik


Tumbuhan Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam misalnya pada bagian buah, akar, daun, atau kulit pohon. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu, Napthol, Indigosol, Rapide, Ergan Soga, Kopel Soga, Chroom Soga, dan Prosion.

a. Bahan warna Napthol

Napthol memiliki jenis yaitu AG, AS-D, AS-G, AS-OL, AS-BO, AS-GR, AS-LB, AS-LB (Extra), AS-BS, AS-KN, dan AS-BR. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B, Biru BB, Violet B, Hitam B, Merah B, Merah GG, Merah GC, Merah R, Merah 3GL Spesial, Bordo GP, Orange GC, Orange GR, Biru Hijau B, dan Kuning GC. Agar pelarutannya bagus, sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH).

b. Bahan warna Indigosol

Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B, Blue 04B, Yellow FGK, Yellow 1GK, Green 1B, Green 13G, Orange HR, Violet BF, Violet ABBF, Brown IRRD, Abu-abu 1BL, Rosa 1R, dan RED AB. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol, dan TRO. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat.

c. Bahan warna Rapide
Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa, Rapidosen, dan Rapidosol. Rapide biasa meliputi Kuning GCH, Orange RH, Biru BN, Hitam G, dan Hijau N-16G. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka, dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be.

d. Bahan warna Ergan Soga

Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua, Coklat (soga) sedang, dan Coklat (soga) muda. Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz), dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin).

2. Pewarnaan

Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam, tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol, walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol.

a. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup)

Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin, disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BATIK NUSANTARA

Batik adalah   salah satu warisan budaya leluhur, dan kita patut bangga karena banyak macam-macam motif yang terdapat di Indonesia. Dan s...