Siapa yang tidak
mengenal batik ?Apalagi , batik buatan Indonesia sudah terkenal ke seluruh
pelosok dunia. Batik Indonesia tidak hanya sekedar batik, melainkan mengandung
makna simbolik yang melambangkan ciri khas dari setiap daerah di
Indonesia.Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan terdiri dari banyak
suku. Dari beragam suku tersebut muncullah beragam adat-istiadat, budaya, dan
kultur lainnya.Salah satu unsur budaya yang ada di Indonesia
adalah batik.Batik secara historis berasal dari suku Jawa.Batik yang
dibuat memiliki motif dan warna sesuai ciri khas daerah masing-masing.Itulah
sebabnya, motif dan warna batik beraneka ragam.
Sebelum kita memasuki
area pembahasan mengenai pembuatan batik, khususnya Indonesia, alangkah baiknya
kalau kita terlebih dahulu mengetahui asal-usul dan sejarah munculnya batik.
Rasanya sulit untuk mengkaji suatu permasalahan tanpa didahului oleh
pengetahuan dan asumsi dasar tentang permasalahan yang akan dikaji tersebut.
Demikian juga halnya dengan batik, kita akan kebingungan dan bertanya-tanya
manakala sebelumnyatidak mengetahui sejarah dan munculnya batik tersebut.
Istilah batik berasal
dari kosa kata bahasa Jawa, yaitu amba dan titik.Amba berari
kain, dan titik adalah cara member motif pada kain menggunakan malam
cair dengan cara dititik-titik. Cara kerja membuat batik pada dasarnya adalah
menutup permukaan kain dengan malam cair agar ketika kain dicelup ke dalam
cairan pewarna, kain yang tertutup malam tersebut tidak ikut terkena
warna.teknik seperti ini dalam bahasa inggris dikenal dengan nama wax-resist
dyeing.
Kesenian batik
merupakan kesenian lukis yang digoreskan di atas kain untuk pakaian yang
menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu.Awalnya
batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian
raja dan keluarga serta pengikutnya.Oleh karena banyak dari pengikut
raja yang tinggal diluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Jika proses membuat
motif batik dilakukan dengan cara “ditulis” menggunakan alat yang disebut
cating, maka batik tersebut dinamakan batik tulis. Ada juga jenis batik yang
pembuatan motifnya menggunakan alat cetak khusus yang terbuat dari logam dengan
motif-motif tertentu. Batik yang dibuat dengan cara ini mirip dengan stempel
atau cap. Batik yang dibuat seperti ini disebut sebagai batik cap atau batik
stempel.
Batik merupakan
kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya
Indonesia ( khususnya Jawa ) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa
lampau menjadikan batik sebagai keterampilan mereka .sehingga di masa lalu ,
pekerjaan membatik adalah pekerjaan Ekslusif bagi perempuan , sampai akhirnya
ditemukan “BATIK CAP” yang juga dapat dikerjakan laki-laki.
PEMBAHASAN
Pengertian Batik
Batik adalah salah satu
cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal.Yang pertama
adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan
sebagian dari kain.Dalam literature internasional, teknik ini dikenal
sebagai wax-resist dyeing.
Yang kedua Batik adalah
kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan
motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia , sebagai
keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya terkait ,
oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
NonBendawi ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity )
sejak 2 Oktober 2009.
Sejarah Pembuatan Batik
dan Perkembangan
Secara historis, batik
sangat erat hubungannya dengan Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan Islam
di Jawa pada masa dahulu.Perkembangan batik dengan gencar berlangsung di masa
kerajaan Mataram pada tahun 1600-1700.Pada kurun waktu itulah batik meluas ke
seantero Jawa.Untuk keperluan upacara dan busana bangsawan, para
seniman keratin menciptakan berbagai macam motif batik. Kemudian, Keraton Solo
dan Yogyakarta, selaku penerus Mataram,mulai memperkaya motif batik warisan
leluhurnya. Pada masa itu, batik yang dihasilkan kebanyakan batik
tulis.Sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I selesai atau
sekitar tahun 1920-an.
Awalnya, batik
dikerjakan hanya terbatas di dalam lingkungan keratin saja. Namun, karena
banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar keratin,maka kesenian batik ini
dibawa keluar keratin dan dikerjakan di rumah masing-masing. Tidaklama kemudian,
kesenian batik ini banyak ditiru oleh orang-orang terdekat pengikut raja, dan
selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang.
Maka, batik yang awalnya hanya digunakan oleh raja dan keluarga keratin,menjadi
pakaian rakyat yang banyak digemari, baik wanita maupun pria.
Semula, batik hanya
dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan
kain mori.Namaun dewasa ini (era modern), batik yang sudah menjadikan kain
tradisional Indonesia juga dibuat di atas bahan lain, seperti sutra, polyester,
rayon, dan sintetis lainnya. Di samping itu, cara pembuatannya juga mengalami
banyak perubahan. Selain batik tulis (yaitu batik yang motif batiknya dibentuk
dengan tangan), kini juga ada batik cap, patik printing(missal, atau
menggunakan mesin cetak otomatis), batik painting, dan sablon.
![]() |
Di luar teknik yang
telah disebutkan di atas, ada juga teknik pembuatan betik dengan cara
mengecatkan langsung pewarna pada kain menggunakan kuas untuk membuat motif
atau citra-citra tertentu. Bahkan, belakangan ini ada juga beberapa orang yang
mencoba meperkenalkan cara membuat batik dengan cara menyemprotkan langsung
tinta ke kain menggunakan alat yang disebut air brush. Biasanya, motif yang
dihasilkan adalah motif-motif pop dan kontemporer.
Perkembangan batik
banyak dilakukan pada masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo
dan Yogyakarta.Kesenian batik merupakan kesenian gambar diatas kain untuk
pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman
dulu.Awalnya batik dikerjakan hanyasebatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk
pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya.
Oleh karena banyak dari
pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh
mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.Dalam perkembangannya
lambat laun pekerjaan batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya
meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu
senggang.Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana,
kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.
Batik masa kini
Dulu, batik identik
dengan acara resmi, seperti rapat, pesta pernikahan dan lain sebagainya.Tetapi
kini, batik sudah mengalami perkembangan.Sekarang, sering kali kita menyaksikan
anak muda menggunakan batik untuk ke sekolah, kampus, bahkan jalan-jalan
santai.
Dengan semakin
berkembangnya tren kehidupan ini,aneka desain baju batik semakin popular dan
beragam, seperti baby doll, balon, kerut, dan lain-lain. Tidak salah jika
terdapat sebuah pernyataan bahwa setiap lemari pakaian orang Indonesia dapat
dipastikan terdapat kain batik didalamnya.
Selain popular di
kalangan masyarakat Indonesia, batik juga terkenal di kalangan masyarakat
dunia.Warisan leluhur ini ternyata mampu menembus pasaran mancanegara.Batik telah
menjelajah hingga ke Eropa, Australia, Asia, Afrika, dan Amerika.Umunya, batik
diekspor dalam bentuk kain panjang, kemeja, dan busana wanita.Banyak pula yang
dipasarkan dalam wujud seprai, sarung bantal, dan taplak meja.Sebagai produk
busana. Perkembangan batik tidak lepas dari tren mode (perkembangan pasar saat
ini)
Tidak mengherankan jika
batik mengalami perkembangan yang pesat, baik menyangkut pola hiasan, warna
dan coraknya.Motif batik tradisional yang didominasi oleh lukisan
binatang dan tanaman sempat bergeser pda motid abstrak seperti awan, relief
candi, dan wayang.Hanya saja, semua motif batik yang kini bermunculan
tetap bertumpu pada pakem tradisional.
Sebagai akibat dari
perkembangan batik tersebut, warisan budaya Indonesia ini sempai diklaim oleh
Negara tetangga kita, yakni Malaysia yang menyatakan bahwa batik adalah budaya
yang berasal dari negaranya.Menanggapi klaim tersebut, pemerintah Indonesia pun
pada akhirnya berinisiatif untuk mendaftarkan batik ke UNESCO.
Dalam rangka mendapat
pengakuan sebagai warisan budaya dunia, pemerintah Indonesia harus melewati
berbagai proses yang panjang. Hasilnya, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO
mengukuhkan batik Indonesia sebagai global cultural heritage (warisan
budaya dunia) yang berlangsung di Perancis.Harapan dan tujuan pemerintah dan
para pihak yang terkait dengan dikukuhkannya batik ini adalah memperkuat
legitimasi Indonesia dalam pengembangan batik sebagai salah satu warisan
budaya.
Selanjutnya, pemerintah
Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober menjadi hari Batik Nasional, dan
mengajak masyarakat untuk memakai batik.Ini dilakukan sebagai wujud
kebanggaan bangsa Indonesia terhadap batik yang telah mendapat pengakuan dunia
dan menjadi warisan budaya yang patut dikembangkan. Hal ini juga membuktikan bahwa
batik adalah milik Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan filosofo yang
tinggi.
Kepedulian pemerintah
dalam memperjuangkan batik Indonesia sehingga bati mendapat pengukuhan dari
UNESCO tidak terlepas dari esensi cultural dan historis batik Indonesia. Nilai
budaya dari batik antara lain terkait dengan ritual pembuatan, ekspresi seni,
simbolisme ragam hias, dan identitas budaya daerah. Pembuatan batik di beberapa
daerah yang diawalidengan ritual khusus bertujuan untuk memberikan estetika dan
filosofi terhadap batik secara mendalam
D.MACAM-MACAM BATIK
Berikut ini adalah
jenis batik yang digolongkan menurut motifnya :
Keturunan para perantau
cina di Indonesia , selain membuat batik untuk dirinya sendiri juga membuat
untuk keperluan bisnis. Batik pecinan atau batik cina ini memiliki cirri khas
warna yang variatif dan cerah. Motif yang digunakan banyak menggunakan unsur
cina , seperti burung Hong , burung Merak dan Naga. Pada zaman dulu batik cina
berbentuk sarung yang dipadukan dengan kebaya Encim sebagai busana khas wanita
keturuna cina di Indonesia.
2. Batik
Belanda
Batik yang dihasilkan
oleh warga keturunan Belanda mempunyai ciri khas tersendiri.motif yang
digunakan kebanyakan adalah motif binga-bungaan yang banyak terdapat di Eropa ,
seperti tulip dan juga tokoh-tokoh cerita dongrng yang terkenal disana.
3. Batik
Rifa’iyah
Batik ini adalah batik
yang mendapat pengaruh agama Islam . dalam budaya Islam, motif-motif yang
berhubungan dengan benda bernyawa tidak boleh digambarkan sama persis seperti
aslinya.
4. Batik
Keraton
Pembuat batik di daerah
Pekalongan seringkali membuat batik dengan motif batik KERATON YOGYAKARTA
ataupun SURAKARTA. Motif hiasan yang digunakan batik keraton ini biasanya
Memakai semen, cuwiri, parang, dll.
5. Batik
Jawa baru
Batik jawa baru
diproduksi sesudah era batik jawa Hokokay. Motif dan warna lebih sederhana
daripada batik jawa Hokokay.namun ciri khasnya masih sama yaitu
Bermotif pagi sore tanpa tumpal. Motif rangkaian bunga & lung-lungan.
6. Batik
Jlamprang/ batik Nitik
adalah pengembangan
dari motif kain potola dari india yang berbentuk geometris. Batik ini biasanya
berbentuk bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya
berbentuk segi empat.
7. Batik
terang bulan
Batik terang bulan
merupakan suatu desain batik yang ornamennya hanya dibagian bawah saja. ,baik
berupa lung-lungan atau ornamen pasung. Sedangkan atasnya kosong atau Cuma
berupa titik-titik. Batik ini juga banyak yang menyebut dengan batik gedong
atau ram-raman.
8. Batik
cap kombinasi tulis
Batik kombinasi tulis
sebenarnya hampir sama dengan batik cap, dimana proses kedua atau sebelum
disoga, diretes atau dirining oleh pembatik tulis sehingga batik terlihat
seperti tulis.
9. Batik
3 negeri
Biasanya dalam satu
kain terdapat warna merah biru soga, terkadang juga warna biru diganti ungu dan
hijau.
10. Batik
sogan pekalongan
Batik ini mengalami 2
proses. Proses pertama latar putih dan terkadang ada coletan. Lalu batik
ditanahi penuh atau ornament plataran berupa titik halus baru setelah disoga.
Batik soga ini masih terlihat klasik.
11. Batik
tribusana
Batik ini merupakan
batik gaya baru. Kebanyakan menggunakan motif lung-lungan lajuran . batik
tribusana ada yang polos ada juga yang tidak.
12. Batik
pangan / peta
Batik yang biasanya
dikerjakan di waktu luang setelah pergi mengurus sawah.
13. Batik
coletan
14. Batik
kemodelan
Batik klasik yang
berasal dari Solo dan Yogya.
15. Batik
osdekan
Desain batik yang
multi warna.pada kain batik akan timbul satu warna , kemudian akan
dibatik lagi, lalu ditimpa dengan warna lagi , baik itu warna tua , muda atau
warna lain.
16. Batik
modern
Batik yang pewarnaannya
menggunakan model baru , berupa gradasi , urat kayu, maupun rintang broklat.
Komposisi gaya batik ini popular pada era 80’n.
17. Batik
kotemporer
Batik kotemporer
sebenarnya suatu kain batik yang tidak lazim disebut batik,tetapi masih
menggunakan proses pembuatan yang sama seperti membuat batik.
18. Batik
cap
Adalah jenis batik yang
cara membatiknya menggunakan alat berbentuk cap atau stemple, baik proses
coletan maupun keliran.
19. Batik
Remukan
Salah satu jenis teknik
pembuatan batik yang cukup unik adalah baik remukan. Disebut remukan karena
proses pembuatan batik ini telah dimodifikasi, yaitu degan memecahkan malam
pada ola batik yang telah kering, sehingga pada proses pencelupan warnanya meresap
pada retakan malam yang telah terbentuk.
20. Batik
Mega Mendung
Menurut sejarahnya, di
daerah Cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari
dalam maupun luar negeri.Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh
adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negrinya.
Dalam Sejarah
diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah
Cirebon menikah dengan putrid Cina bernama Ong Tie. Istri beliau ini sangat
menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik.Motif-motif pada
keramik yang dibawa dari negeri Cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif
batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.
Motif mega mendung
melambangkan pembawa hujan yag dinati-nantikan sebagai pembawa kesuburan, dan
pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda
hingga biru tua.Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang
mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda
melambangkan semakin cerahnya kehidupan.
21. Batik
Sido Mukti dan Sido Mulyo
Setiap motif pada batik
tradisional klasik selalu memiliki filosofi tersendiri.MotifSido-Mukti biasanya
dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga
sebagai Sawitan (sepasang).Sido berarti menerus atau menjadi
dan Mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. Jadi
dapat disimpulkan motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik,
penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai.
Selain Sido
Mukti , motif Sido Asih yang maknanya hidup dalam kasih sayang.
Masih ada lagi motif Sido Mulyo yang berarti hidup dalam kemuliaan
dan sido luhur yang bearti dalam hidup selalu berbudi luhur.Ada pula
motif yang bukan sawitan kembar, tetapi biasanya dipakai pasangan
pengantin yaitu motif Ratu Ratih berpasangan dengan Semen Rama,
yang melambangkan kesetiaan istri kepada suaminya.Sebenarnya masih banyak lagi
motif yang bisa dipakai pasangan pengantin, semuanya diciptakan dengan
melambangkan harapan, pesan, niat dan tekad baik kepada pasangan pengantin.
22. Motif
Truntum
Boleh dibilang motif
truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali.Menurut kisahnya,
motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Kraton Yogyakarta.Sang Ratu
yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang
telah mempunyai kekasih baru.Untuk mengisi dan menghilangkan
kesedihan, Ratu pun mulai membatik.Secara tidak sadar Ratu membuat motif
berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam yang selama ini menemaninya
dalam kesendirian.Ketekunan Rati dalam membatik menarik perhatian Raja yang
kemudian mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu
memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang
Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta Raja bersemi kembali
atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai
lambing cinta Raja yang bersemi kembali.
23. Batik
Sogan
Salah satu jenis batik
bernuasa klasik dengan warna dominan variasi dari warna coklat.Dinamakan batik
sogan karena awal mulanya, proses pewarnaan batik ini menggunakan pewarna alami
yang diambill dari batang kayu pohon soga tingi. Batik sogan memang jenis batik
yang identik dengan daerah keratin Jawa yaitu Yogyakarta dan Solo, motifnya pun
biasanya mengikuti pakem motif-motif klasik kraton. Sogan Yogya dan Solo juga
dapat dibeakan dari warnanya.Sogan Yogya dominan berwarna coklat tua
kehitaman dan putih, sogan Solo berwarna coklat-oranye dan coklat.
24. Batik
Pagi Sore
Satu kain batik dibuat
dengan dua desain motif yang berbeda.Pagi hari kita menggunakan motif
satu, maka sore harinya kita dapat mengenakan motif yang berbeda dari sisi kain
yang lainnya, jadi terkesan kita memakai 2 kain yang berbeda padahal kita hanya
memakai 1 lembar kain.
Sekarang jarang sekali
orang memakai kain kebaya (jarik) untuk sehari-hari, tetapi motif pagi/sore
masih banyak dibuat pada produk batik lainnya. Batik pagi sore memang alternatif
untuk memiliki ragam batik dengan biaya terbatas.
Berikut ini adalah
jenis batik berdasarakan nama daerah :
1. Batik
Pekalongan
Batik Pekalongan
termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Ciri khas batik pesisir,
ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Motif batik Pekalongan sangat bebas,
dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo dan Yogya,
seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif.
2. Batik
Tiga Negeri
Motif batik Tiga Negeri
merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo, pada jaman colonial
wilayah memiliki otonomi sendiri dan disebut negeri.Yangmembuat batik ini
memiliki nilai seni tinggi adalah prosesnya.Konon menurut para
pembatik, air disetiap daerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan
ini masuk akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya.Maka dibuatlah
batik ini di masing-masing daerah.
Pertama, kain batik ini
dibuat di Lasem dengan warna merah yang khas, seperti merah darah. Setelah itu
kain batik tersebut dibawa ke Pekalongan dan dibatik dengan warna biru, dan
terakhir kain diwarna coklat sogan yang khas di kota Solo.Mengingat sarana transportasi
pada zaman itu tidak sebaik sekarang, maka batik Tiga Negeri ini dapat
dikatakan sebagai salah satu masterpiece batik.
3. Batik
Banyumas
Perkembangan
batik di Banyumas berpusat di daerah Sukaraja dibawa oleh
pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro setelah selesainya peperangan tahun 1830,
mereka kebanyakan menetap didaerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu
itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja.Bahan mori
yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewarna dipakai pohon tom, pohon
pace dan mengkudu yang member wana merah kesemuan kuning.
Lama kelamaan
pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir bad ke-XIX berhubungan
langsung dengan pembatik didaerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas
sudah dikenal sejak dahulu dengan motif warna khususnya dan sekarang dinamakan
batik Banyumas.Seelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh
Cina disamping mereka dagang bahan batik.
4. Batik
Ciamis
Pembatikan dikenal di
Ciamis sekitar abad ke-XIX setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana
pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke
selatan.Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang
meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya
sekarang. Mereka ini merantau dengan keluarganya dan ditempat baru menetap
menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya.
Sebagian mereka ada
yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum
wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya
akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang
dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon
seperti : mengkudu, pohon tom, dan sebagainya.
5. Batik
Betawi
Pembatikan di Jakarta
dikenal dan berkembangnya bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya
yaitu kira-kira akhirabad ke-XIX.Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang
dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal kebanyakan didaerah-daerah
pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar didekat
TanahAbang yaitu : Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah
Mampang Prapatan serta Tebet.
Jakarta sejak zaman
sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah
Indonesia dengan pelabuhannya Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu
selesai, dimana proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat
dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pemasaran
untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah : Tanah Abang,
Jatinegara dan Jakara Kota, yang terbesar ialah Pasar Tanah Abang sejak dari
dulu sampai sekarang. Batik-batik produksi daerah Solo, Yogya, Banyumas,
Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon serta
lain-lain daerah, bertemu di pasar Tanah Abang dan dari sini baru dikirim
kedaerah-daerah diluar Jawa. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa
Cina dan Arab, bangsa Indonesia sedikit dan kecil.
6. Batik
Luar Jawa
Dari Jakarta, yang
menjadi tujuan pedagang-pedangang di luar Jawa, maka batik kemudian berkembang
di seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa, daerah
Sumatra Barat misalnya, khususnya daerah Padang, adalah daerah yang jauh dari pusat
pembatikan dikota-kota Jawa, tetapi pembatikan bisa berkembang didaerah ini.
Sumatra Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia
kesatu, terutama batik-batik produksi Pekalongan (saingnya) dan industri tenun
tangan yang terkenal “tenun Silungkang” dan “tenun plekat”.
Pembatikan mulai
berkembang di Padang setelah pendudukan Jepang, Dimana sejak putusnya hubungan
antara Sumatra dengan Jawa waktu pendudukan Jepang, maka persediaan-persediaan
batik yang ada pada pedagang-pedagang batik sudah habis dan konsumen perlu
batik untuk pakaian sehari-hari mereka.Diambah lagi setelah kemerdekaan
Indonesia, dimana hubungan pedagang-pedangang batik yang biasa hubungan dengan
pulau Jawa menari jalan untuk membuat batik sendiri.
BAB III
PENUTUP
Batik adalah salah satu
cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang
pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah
pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literature internasional, teknik ini dikenal
sebagai wax-resist dyeing.
Perkembangan batik
banyak dilakukan pada masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo
dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar diatas kain untuk
pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman
dulu. Awalnya batik dikerjakan hanyasebatas dalam kraton saja dan hasilnya
untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya.Oleh karena
banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini
dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Dalam perkembangannya lambat laun pekerjaan batik ini ditiru oleh rakyat
terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah
tangganya untuk mengisi waktu senggang.
Sekarang sudah banyak
jenis batik yang ada di Indonesia . dari awal perkembangan batik sampai
sekarang masih banyak jenis batik yang tetap mempertahankan konsistensi cara
pembuatan dari awal sampai akhir pembuatan . banyak makna yang ada dalam batik,
proses pembuatan batik masih tetap sama , hanya mungkin sudah banyak yang
menggunakan alat dan teknologi yang modern , sehingga pembuatannya menjadi
lebih cepat
Sampai sekarang masih
banyak orang yang terus membuat motif-motif batik baru. Perkembangan batik
sampai sekarang masih terus terjadi namun tetap mematuhi aturan yang sudah dari
dulu ada dan tetap dipertahankan sampai sekarang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar